Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

14.11.18

Dilema

Antara ingin tetap merasakan hati,
atau menumpulkan perasaan lagi, 
Aku yang selama ini,
selalu menumpul demi 
mencegah sakit diri, 
membangun tembok tinggi 
tak peduli sepi. 
Aku yang ingin membuka diri,
Tapi tak ada yang peduli
Aku yang terlanjur begini, 
Sudah berani,
Merasa lagi,
Justru tak disukai.
Apa harus ku kembali,
Menjadi pribadi,
Berteman sepi,
Yang terus merepresi,
Melindungi hati yang nyeri?
Senja, November 2018

13.6.17

People and Feelings

Hi. Jadi akhir-akhir ini semakin sering mengamati manusia dan perangai-perangainya. Semakin umur saya bertambah, rasanya saya cenderung memilah mana yang harus saya tanggapi, mana yang tidak. Masa bodoh dengan perangai manusia yang saya anggap nggak penting, yang nggak faedah, yang nggak perlu saya tanggepin.

Beberapa saat lalu, beredar post-an video di line tentang siapa yang bertanggung jawab membayar pengeluaran kencan; laki-laki, atau perempuan. Video tersebut direkam dalam suatu forum, dengan mayoritas pesertanya wanita, dan pembicaranya laki-laki. Saat sang narasumber menanyakan siapa yang seharusnya membayar, serempak dijawab, ya laki-laki lah. Suatu hal yang awam kita jumpai sekarang. Dalam suatu hubungan, lelaki yang sudah seharusnya, dan sewajarnya berkorban membayar, menjemput, mengantar, menjadi romantis. Jika tidak dilakukan, bilangnya, cowok macem apa tuh. Hal yang membingungkan bagi saya. Sebenarnya, yang ada dalam hubungan itu, siapa? Perempuannya saja? Laki-lakinya saja? Kan, dua duanya. Dimana kedua-duanya harus usaha. Dari mana tuh definisi kalau cowok, harus antar jemput, harus yang bayar kalau makan? Beda cerita kalau sudah dalam ikatan pernikahan lho ya. Ini mash pacar, lain cerita lagi kalau suado punya penghasilan sendiri. Maksud saya, memangnya ada yang salah kalau perempuan yg bayar sendiri? Perempuan yang jemput? Toh, sama-sama manusianya, sama-sama didalam hubungannya? Kapan hari, saya dibilang budak cinta karena doyan jemputin. Lah? Budak cinta darimana? Saya ngelakuinnya juga nggak keberatan, seneng-seneng aja. Definisi darimana kalau lelaki yang harus terus-menerus usaha? 
It's just doesn't work that way for me. Sudah ngapain aja sebagai perempuan hingga ada aturan kalau harus dimuliakan dan diperlakukan seperti putri sedemikian rupa? Balik lagi, dalam konteks hubungan yang bukan pernikahan ya. Usaha itu penting, esensial, sampe segitu pentingnya, sering susah dilihat :) Tell me, seberapa sering kita melihat hasilnya aja, alias result-oriented instead of melihat usahanya? Sering, banget. Usaha itu ngga gampang, jangan diremehkan, jangan lupa diliat, jangan lupa diapresiasi. Relationship works both ways, bapak-bapak dan ibu-ibu. Toh, berusaha untuk yang disayang tidak susah dan tidak melelahkan, bukan?

Satu lagi, di sekitar saya lagi banyak kasus tentang perasaan yang tidak pada tempatnya. Tidak pada tempatnya maksudnya gimana, De? Contoh sederhana, punya rasa sama pacar orang, suka sama gebetan teman, perasaan-perasaan yang menurut sosyaeti haram dirasakan. Sejak kapan merasakan sesuatu jd haram? Never-ever apologize for feeling things. Rada egois ya? emang egois. Tapi, kalau berurusan dengan perasaan, manusia jadi lemah, hilang kontrol, mabok. Saya tanya, logika masih main ngga kalau sudah ada intervensi perasaan? Most of the time, no. Mau nyalahin siapa kalau emang ada rasa? Nggak ada yg bisa disalahin. Ketikung? Saling suka salah siapa? Pandai-pandainya menjaga hati aja. Disensiin temen? Mau sampe kapan sungkan padahal diri sendiri senang? Saran saya, live for today. Selama itu menyenangkan, why not? Menyalahkan perasaan juga tidak ada ujungnya. Yang penting, bagaimana kita bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Tidak mungkin suatu perasaan datang tiba-tiba. Berani mengawali, berani bertanggung jawab. Tidak ada namanya zona aman kalau sudah berurusan dengan perasaan.
Maju atau mundur, pilih yang mana?

31.12.16

Reflections


Halo. Waktu berlalu sangat cepat ya, sudah hari terakhir dari 366 hari yg ada di tahun 2016. Sudah dapat apa saja selama setahun terakhir? 
Tahun ini berbeda buat saya. Orang-orang benar-benar datang dan pergi. Angan, mimpi, dan rencana ada yang terjadi, ada yang hancur lebur, ada yang tercapai. Benar-benar tidak pernah saya duga saya akan berada pada posisi dimana saya ada sekarang.
Saya kehilangan beberapa orang yang berharga buat saya tahun ini. Membuat saya merenungkan beberapa hal :
Orang berubah sangat cepat, terlalu cepat sampai saya tidak sadar, atau saya yang memang terlalu sibuk sehingga tidak menyadari perubahan yang terjadi? Tapi, nyatanya, tiap menitnya orang tidak akan pernah sama. Disisi lain, saya sadar, saya juga ternyata, tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti yang saya mau, atau seprinsip dengan saya. Kompromi. Dengan kompromi kemudian datanglah sebuah proses untuk mencapai kesepakatan bersama. Yg saya lupa, setiap orang punya waktu sendiri untuk berproses. Yang saya lupa, saya meminta orang berproses sesuai timezone saya, deadline yang saya buat. Terlalu fokus melihat apa yg saya inginkan, sampai lupa yang orang lain inginkan. Dua arah, saya lupa. 
Meninggalkan lebih mudah daripada bertahan. Statement ini kontra sekali ya dari apa yg bertebaran di sosial media. Kenapa? Bertahan mungkin terasa mudah karena memang ingin melakukannya, terasa menyenangkan. Kalau mau dihitung, usaha yang dibutuhkan bertahan itu konstan, terus menerus, sampai entah kapan. Meninggalkan akan sulit pada awalnya, but you'll get used to it. Singkatnya, itu cara mudah untuk menyerah dengan seseorang. Bukan cara yg saya sarankan jika ingin berusaha, tentu saja.
Mengikhlaskan sesuatu tidak semudah quotes yang bertebaran. Butuh hati yg sangat besar bahkan hanya untuk berniat. Sesuatu yang masih saya coba lakukan. Tapi, setiap kali saya berproses, memori selalu datang, mengingatkan saya, hal-hal yang nyatanya tidak akan pernah saya ulang lagi dimasa depan, dengan orang yang sama. Beberapa kali saya merasakan menjadi budak memori. It limits our choices, ga sehat. Betapa saya sangat menyukai foto, kali ini jadi bumerang buat saya. Foto membekukan waktu, momen, manusia, yang sekarang sudah tidak ada lagi Seperti yang saya bilang, manusia berubah, kadang jika tidak ikhlas dengan perubahan yang terjadi, saya hanya bisa nanar menatap foto-foto itu. Mengingat bagaimana momen yang terekam. Setiap foto punya cerita tersendiri buat saya. Bukan sekedar update-an instagram, blog, atau sosial media lain. Foto mengingatkan saya, baik saya maupun orang tersebut pernah membuat memori bersama, di suatu tempat, di suatu waktu. Selama hampir 2 bulan saya bertanya-tanya, bagaimana saya bisa sampai disini, mengapa pilihan saya membawa saya kemari. Mengapa saya dan orang-orang ini, bisa berada dalam posisi ini sekarang. Tapi, saya rasa beberapa pertanyaan memang tidak seharusnya dijawab. Mencari jawaban justru membebani saya. Terlalu banyak hal yang sekiranya salah and at one point, it's just don't fit anymore. Choices are made everyday, and sometimes one is just bigger than the others. Sekeras apapun berusaha, yg diatas ternyata tidak memberi saya kesempatan untuk benar-benar berlabuh. 
Malam ini, sesuatu terlintas di benak saya. Apa iya orang berubah begitu tiba-tiba tanpa sebab? atau saya hanya semakin mengenal mereka dibalik tembok yang mereka buat, atau justru malah membangun tembok di hadapan saya? Karena sejujurnya manusia hanya ingin orang lain melihat dirinya seperti yang mereka inginkan untuk dilihat, begitupun saya. Mekanisme protektif rasanya. Melindungi diri dan perasaan. Betapa kita tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana aslinya kita, karena takut kita yang apa adanya tidak bisa diterima. Bohong, buat topeng, hal-hal yang kita lakukan terus menerus. Then, believe me, it's not easy to tear down those walls. 
Banyak sekali hal yang tidak saya mengerti dari manusia,tapi mungkin untuk itulah manusia dibentuk. Saling menebak, merasa, membahagiakan. Pada akhirnya, kita tidak boleh lupa kalau kita cuma manusia.

Anyway, selamat tahun baru semuanya.
Teruntuk orang-orang yang datang dan pergi,
Teruntuk pikiran dan hati yang pernah terisi,
Teruntuk ingatan dan memori yang tak pernah pergi,
Angan dan mimpi, peristiwa yang terjadi,
Terima kasih telah membuat saya menjadi pribadi lebih baik tahun ini.
Semoga tahun 2017 tidak kalah mengagumkan.
---

Kehilangan memang membuat orang merenung banyak hal, ya?

5.8.16

Life Redefined

Hi! Lagi pada liburan ya? Lagi musimnya seneng-seneng nih. Saya pengen cerita soal baksos angkatan kemarin. Ini baksos pertama yang saya lakukan jadi super excited wkwk. Baksosnya 5 hari, di desa Ngempit, Pasuruan, Jaw Timur. Jadi pertama saya jadi panitia di divisi Litbang; divisi yang tugasnya nyari- nyari desa buat dibaksos, survei gitu, saya kasih tunjuk dikit waktu survei(bonus jalan jalan) wkwk (credit buat Nanda yang waktu itu dokum-in kita kita). Jadi, karena kerjaan udah selese pre-baksos, waktu baksos saya bantuin di divisi Humas dan nugas untuk mengajar TK. 




Sebelum berangkat, angkatan saya dilepas sama fakultas, terus berangkat, pembukaan di Balai desa. Besoknya, baru saya ngajar adik-adik TK. Selama baksos, saya dan temen-temen tinggal di rumah penduduk, kami punya orang tua asuh buat 5 hari kedepan. Awalnya, saya khawatir karena agak rewel soal makan dan super masuk anginan.. Tapi, alhamdulillah dapet rumah yang enak (meskipun sempat masuk angin wk ) dan orang tua asuh yang baik banget + ibu asuh saya kalo masak super enak! Tidak semua teman saya seberuntung saya, ada juga yang rumahnya kosongan, tidur pakai tikar, bahkan ada yang sempat dapet rumah yang ada kuburannya :/

Ekspektasi saya, sesulit apasih mengajar anak TK hahaha. Tapi ternyata, yang saya harus ajarin anak TK A yang istilahnya masih siswa baru dan belum genap seminggu sekolah. Bingung harus gimana, sampai ada yang nangis dan nggak mau masuk kelas wkwk. Sebagian besar murid saya disini nggak ngerti bahasa Indonesia, dimana saya ngerasa kenapa nggak belajar banyak bahasa Jawa yang baik dan bener dulu waktu SMP wkwk. Saya ngajar cuma sampai jam 10 pagi dan nggak ada kerjaan lagi setelah itu. 

Akhirnya, daripada berdiam dirumah, saya memutuskan untuk explore desa ini. Jarang-jarang kan. Bersama 3 temen saya akhirnya saya jalan muterin desa sekaligus lebih mengenal orang-orang sini. Orang-orangnya super ramah, bahkan sampe nawarin kita masuk rumah untuk sekedar makanin jajan. Disini, saya melihat sisi lain dari hidup, gimana ramahnya orang padahal nggak kenal yang jarang banget ada di kota. Kemana-mana disapa dan menyapa yang dibales dengan baik juga. Dimana di kota, sekedar disenyumin aja belum tentu ditanggepin. Semua terlihat begitu tulus, disini saya bener bener merasa genuine dan seneng yang nggak dibuat-buat. Lebih jarang pegang hp dan bener-bener berinteraksi sama masyarakat.

Situation.


Es tebu 2.000 yang super enak


Es Kacang Ijo Rp 3.000,-
Sepanjang jalan, yang saya perhatikan dari desa ini adalah rumahnya yang sederhana dengan warna kusen pintu dan jendela yang mencolok. Biru, hijau, ungu, berbeda sekali dari yang pernah saya lihat di perkotaan. Sebagian penduduk desa ini masih melakukan MCK di jamban pinggir sungai. Beberapa kali saya lihat mereka baru keluar dari jambannya lalu menyapa kami. Anak-anak kecil di desa ini juga masih mandi di sungai yang airnya digunakan untuk MCK tadi.




Anak anak kecil mandi di sungai


Persawahan di timur desa

Saat jalan menyusuri desa, beberapa anak menghampiri saya dan teman-teman, malu malu mengajak berkenalan, ngobrol, lalu mengajak kami ke sebuahh rumah pohon ditengah sawah yang baru pertama kali ini saya lihat dan masuk ke rumah pohon. Mereka tidak mengenal kami, meskipun salah satu dari mereka, namanya Roy, merupakan murid saya di TK, mereka tetap dengan senang hati ngobrol dengan kami, tertawa, dan mengajak kami jalan-jalan. Anak anak disini nggak punya gadget seperti anak kota yang diem didalem rumah. Saya melihat bagaimana polosnya mereka dan kesenangan mereka yang sederhana.
 
Roy


Rumah pohon

Nabil & Faizul




Polos.

Robin.

 

Ayam Sia

Jajan jaman SD duluu
Overall, banyak banget yang saya dapet dari baksos ini. Gimana hidup sendiri yang mandiri, interaksi dengan berbagai macam tipe orang dan masyarakat, dan melihat sisi lain dari kehidupan.

1.6.14

Recap

Halo! saya sudah lulus nih hehehehe alhamdulillah. UNAS taun ini emang kontroversial banget, tapi after all, I'm glad it's over. Pas udah deket-deket unas saya malah kedapetan banyak banget masalah, thank God semua udah selesai :' so... saya ceritain dikit-dikit aja ya about what happened to me these last few months.

1. SOCIAL LIFE : I lose a friend yang uda jadi sampah curhatan saya sejak lama, something bad happened dan yaaah complicated lah. I guess it's a cycle, people come and go.

2. UNAS beneran kayak POOP! serius deh. soal-soalnya not even close sama try-out yang udah dikasih... susah banget... saya udah sante aja pertamanya eh tauya mati deh soalnya kaya gitu... pertama kalinya ngejawab unas diawur kayak try-out, apalagi matematikanya... saya juga baru tau kalo ternyata emang gosip ttg UNAS kaya soal SBMPTN ga main-main ;" bobot soal yg sulit lebih banyak cuy, thanks to Pak Nuh, lain kali bapak coba ngerjain soal-soalnya ya Pak, soal uda dibuat 20 paket tp tetep aja ada yg namanya joki. Alhamdulillah hasil UNAS saya ngga jelek-jelek banget hehehe :" meskipun hasilnya ngga sebagus yg saya harepin, bangga-nya karena ngerjain jujur itu luar biasa lho! :) saya aja ampe nangis pas tau hasilnya *alay 

3. HOLIDAY LIFE : Abis UNAS kan libur tuh 2 minggu sebelum hectic les sana-sini buat persiapan SBMPTN. Saya dan temen-temen short trip deh akhirnya setelah gagal ke lombok wkwk. Kita ke Malang, tapi ngga ke JatimPark(?) kita mantai!! dengan dianter jemput sm sodaranya Teten, jadilah kita berangkat! sedihnya beri-beri girls *apaan beri2 girls?* ngga lengkap lagi karena Nisa ngga dibolein ikut. BBG itu.... soalnya ada temen saya namanya Anggun sukanya tidur sepanjang perjalanan, yg lain juga se saya juga se hahah, terus baca deh di twitter kalo misal tidur jam 9-11 itu bisa bikin beri-beri :O yawes gitu pokoknya, ini tak kasih foto2 mantai-nya yaaa bagus lo bisa buat referensi kalo readers bingung ke Malang selain ke JP mau kemana

Jadi, pantainya itu di Malang selatan, cukup jauh sih dari pusat kotanya, jalannya naik-turun gunung, waktu itu saya nyoba tidur tapi gabisa... jalannya meliukliuk, buat yg suka mabuk darat mending bawa obat ya, drivernya juga sebaiknya yg udah ngerti medannya aja. Jadi di Malang selatan itu pantai ngga cuma satu, banyak jejer-jejer, tapi yang biasanya orang kenal kan Goa Cina sama Sendang Biru a.k.a Sempu. Saya ke semua pantai tapi ngga ke Bajul Mati. Kalo mau ke Goa Cina, perjalanannya kudu extra, jalannya masih jelek jadi ya makin dikoyak-koyak mobilnya :" dan... cukup jauh, kalo saya saran sih jangan bawa mobil pendek semacem sedan dan sebangsanya, kasian mobilnya nanti beset semua wkwk. Tapi... dibalik semua ituuu, worth it banget! pantainya bagus, lebih bagus dari Kuta karena pasirnya lebih putih, bedanya ini pantai banyak karang-karangnya. Pas ke Sendang Biru, saya dkk cuma naik kapal aja sewa 100rb, aslinya bisa ke Sempu yang katanya buwagus tapi udah kesorean dan harus nglewatin hutan...


Goa Cina



View dari kapal!


Sendang Biru
Besoknya saya ke Museum Angkut, cuma fotonya banyak narsisnya jadi gausa ya :" pas kesana sepi banget jadi rada bosen gt h3h3 tapi bagus kok, isinya mobil2 dan transportasi gitu dari dulu banget, boleh lah dicoba cuma yagitu masuknya rada mahal... pas itu saya 50rb kalo ngga salah.

4. LOVE LIFE : Hell yeaaaah saya bulan Mei 3 taunan sm si Gembul!



 Makasi ya, mbul suda sabar banget :" makasih deh pokoknya, sayang banget sama cowo satu ini :3 semoga masih sama kamu ya mbul taun taun setelahnya :)

5. SOMETHING NEW :  jadi saya sempet nyobain suatu kafe di daerah Sumatra deket Domicile yang saya bakal balik kesana lagi dan lagi hahah. Namanya Historica, sekomplek sama born-to-be fine dining restaurant yang areanya namanya Society Complex. Actually.. saya gatau halal apa ga sih tp enak e (?) harganya sekitar 30 keatas buat makanan tp minumannya ada dibawah itu. They serve american bfast dan kopi2 gitu, ada kuenya se tp muahal :"




 yg atas namanya... Croque Monsieur, wenuq! 45k dan super kenyang. Aslinya, normalnya, pake babi tapi bisa diganti beef kok. Pancake-nya juga enak lho!

6. WHAT'S HOT NOW : jadi undangan sudah diumumin dan eng ing eng saya ketrima di FKG huahahah aduh abis gini udah ngga SMA lagi, bakal kangen sama anak2 ini :"




 Yawes segitu dulu yaaa heheh c u next time!


10.12.13

Summary

hi! apa kabar? curhat dikit, saya telah melalui 2 minggu uas yang melelahkan daaaan jengjeng... gataudeh padahal ngerasa bs ngerjain tp nilainya pada mepet -_- dan... ada yg kena remidi. Betein sih, hasil gak sesuai apa yg saya kira hehe. besok mulai pekan remidi, saya udah capekk males belajar. kenapa ya akhir-akhir ini saya ngerasanya under-pressure banget. suetres, jadi gampang marah, sensitif, efeknya ke orang-orang sekitar saya.
pernah ngerasa nggak sih, pas kamu itu niatnya baik sama orang, eh taunya di artiin lain. asli nyebelin banget. dan saya sempet ngalamin. rasanya muuuangkel tp yaudahlah gimana lagi.
pas lagi under-pressure kemaren saya iseng-iseng buka hape... dan langsung kangen liburan. kangen pantai. jadi saya kepengen ngeshare foto pas saya terakhir ke pantai...











ya udah gitu aja intinya pengen mantai lagi. i always love the beach, apalagi yang air lautnya jernih banget :" katanya sekolah saya jg mau ad 'wisata edukasi' gitu ke bali, semoga aja gak beneran edukasi alias mending nglencer wakakak. yaudah yaa see you later!