Showing posts with label things. Show all posts
Showing posts with label things. Show all posts

13.6.17

People and Feelings

Hi. Jadi akhir-akhir ini semakin sering mengamati manusia dan perangai-perangainya. Semakin umur saya bertambah, rasanya saya cenderung memilah mana yang harus saya tanggapi, mana yang tidak. Masa bodoh dengan perangai manusia yang saya anggap nggak penting, yang nggak faedah, yang nggak perlu saya tanggepin.

Beberapa saat lalu, beredar post-an video di line tentang siapa yang bertanggung jawab membayar pengeluaran kencan; laki-laki, atau perempuan. Video tersebut direkam dalam suatu forum, dengan mayoritas pesertanya wanita, dan pembicaranya laki-laki. Saat sang narasumber menanyakan siapa yang seharusnya membayar, serempak dijawab, ya laki-laki lah. Suatu hal yang awam kita jumpai sekarang. Dalam suatu hubungan, lelaki yang sudah seharusnya, dan sewajarnya berkorban membayar, menjemput, mengantar, menjadi romantis. Jika tidak dilakukan, bilangnya, cowok macem apa tuh. Hal yang membingungkan bagi saya. Sebenarnya, yang ada dalam hubungan itu, siapa? Perempuannya saja? Laki-lakinya saja? Kan, dua duanya. Dimana kedua-duanya harus usaha. Dari mana tuh definisi kalau cowok, harus antar jemput, harus yang bayar kalau makan? Beda cerita kalau sudah dalam ikatan pernikahan lho ya. Ini mash pacar, lain cerita lagi kalau suado punya penghasilan sendiri. Maksud saya, memangnya ada yang salah kalau perempuan yg bayar sendiri? Perempuan yang jemput? Toh, sama-sama manusianya, sama-sama didalam hubungannya? Kapan hari, saya dibilang budak cinta karena doyan jemputin. Lah? Budak cinta darimana? Saya ngelakuinnya juga nggak keberatan, seneng-seneng aja. Definisi darimana kalau lelaki yang harus terus-menerus usaha? 
It's just doesn't work that way for me. Sudah ngapain aja sebagai perempuan hingga ada aturan kalau harus dimuliakan dan diperlakukan seperti putri sedemikian rupa? Balik lagi, dalam konteks hubungan yang bukan pernikahan ya. Usaha itu penting, esensial, sampe segitu pentingnya, sering susah dilihat :) Tell me, seberapa sering kita melihat hasilnya aja, alias result-oriented instead of melihat usahanya? Sering, banget. Usaha itu ngga gampang, jangan diremehkan, jangan lupa diliat, jangan lupa diapresiasi. Relationship works both ways, bapak-bapak dan ibu-ibu. Toh, berusaha untuk yang disayang tidak susah dan tidak melelahkan, bukan?

Satu lagi, di sekitar saya lagi banyak kasus tentang perasaan yang tidak pada tempatnya. Tidak pada tempatnya maksudnya gimana, De? Contoh sederhana, punya rasa sama pacar orang, suka sama gebetan teman, perasaan-perasaan yang menurut sosyaeti haram dirasakan. Sejak kapan merasakan sesuatu jd haram? Never-ever apologize for feeling things. Rada egois ya? emang egois. Tapi, kalau berurusan dengan perasaan, manusia jadi lemah, hilang kontrol, mabok. Saya tanya, logika masih main ngga kalau sudah ada intervensi perasaan? Most of the time, no. Mau nyalahin siapa kalau emang ada rasa? Nggak ada yg bisa disalahin. Ketikung? Saling suka salah siapa? Pandai-pandainya menjaga hati aja. Disensiin temen? Mau sampe kapan sungkan padahal diri sendiri senang? Saran saya, live for today. Selama itu menyenangkan, why not? Menyalahkan perasaan juga tidak ada ujungnya. Yang penting, bagaimana kita bertanggung jawab atas perasaan tersebut. Tidak mungkin suatu perasaan datang tiba-tiba. Berani mengawali, berani bertanggung jawab. Tidak ada namanya zona aman kalau sudah berurusan dengan perasaan.
Maju atau mundur, pilih yang mana?

31.12.16

Reflections


Halo. Waktu berlalu sangat cepat ya, sudah hari terakhir dari 366 hari yg ada di tahun 2016. Sudah dapat apa saja selama setahun terakhir? 
Tahun ini berbeda buat saya. Orang-orang benar-benar datang dan pergi. Angan, mimpi, dan rencana ada yang terjadi, ada yang hancur lebur, ada yang tercapai. Benar-benar tidak pernah saya duga saya akan berada pada posisi dimana saya ada sekarang.
Saya kehilangan beberapa orang yang berharga buat saya tahun ini. Membuat saya merenungkan beberapa hal :
Orang berubah sangat cepat, terlalu cepat sampai saya tidak sadar, atau saya yang memang terlalu sibuk sehingga tidak menyadari perubahan yang terjadi? Tapi, nyatanya, tiap menitnya orang tidak akan pernah sama. Disisi lain, saya sadar, saya juga ternyata, tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti yang saya mau, atau seprinsip dengan saya. Kompromi. Dengan kompromi kemudian datanglah sebuah proses untuk mencapai kesepakatan bersama. Yg saya lupa, setiap orang punya waktu sendiri untuk berproses. Yang saya lupa, saya meminta orang berproses sesuai timezone saya, deadline yang saya buat. Terlalu fokus melihat apa yg saya inginkan, sampai lupa yang orang lain inginkan. Dua arah, saya lupa. 
Meninggalkan lebih mudah daripada bertahan. Statement ini kontra sekali ya dari apa yg bertebaran di sosial media. Kenapa? Bertahan mungkin terasa mudah karena memang ingin melakukannya, terasa menyenangkan. Kalau mau dihitung, usaha yang dibutuhkan bertahan itu konstan, terus menerus, sampai entah kapan. Meninggalkan akan sulit pada awalnya, but you'll get used to it. Singkatnya, itu cara mudah untuk menyerah dengan seseorang. Bukan cara yg saya sarankan jika ingin berusaha, tentu saja.
Mengikhlaskan sesuatu tidak semudah quotes yang bertebaran. Butuh hati yg sangat besar bahkan hanya untuk berniat. Sesuatu yang masih saya coba lakukan. Tapi, setiap kali saya berproses, memori selalu datang, mengingatkan saya, hal-hal yang nyatanya tidak akan pernah saya ulang lagi dimasa depan, dengan orang yang sama. Beberapa kali saya merasakan menjadi budak memori. It limits our choices, ga sehat. Betapa saya sangat menyukai foto, kali ini jadi bumerang buat saya. Foto membekukan waktu, momen, manusia, yang sekarang sudah tidak ada lagi Seperti yang saya bilang, manusia berubah, kadang jika tidak ikhlas dengan perubahan yang terjadi, saya hanya bisa nanar menatap foto-foto itu. Mengingat bagaimana momen yang terekam. Setiap foto punya cerita tersendiri buat saya. Bukan sekedar update-an instagram, blog, atau sosial media lain. Foto mengingatkan saya, baik saya maupun orang tersebut pernah membuat memori bersama, di suatu tempat, di suatu waktu. Selama hampir 2 bulan saya bertanya-tanya, bagaimana saya bisa sampai disini, mengapa pilihan saya membawa saya kemari. Mengapa saya dan orang-orang ini, bisa berada dalam posisi ini sekarang. Tapi, saya rasa beberapa pertanyaan memang tidak seharusnya dijawab. Mencari jawaban justru membebani saya. Terlalu banyak hal yang sekiranya salah and at one point, it's just don't fit anymore. Choices are made everyday, and sometimes one is just bigger than the others. Sekeras apapun berusaha, yg diatas ternyata tidak memberi saya kesempatan untuk benar-benar berlabuh. 
Malam ini, sesuatu terlintas di benak saya. Apa iya orang berubah begitu tiba-tiba tanpa sebab? atau saya hanya semakin mengenal mereka dibalik tembok yang mereka buat, atau justru malah membangun tembok di hadapan saya? Karena sejujurnya manusia hanya ingin orang lain melihat dirinya seperti yang mereka inginkan untuk dilihat, begitupun saya. Mekanisme protektif rasanya. Melindungi diri dan perasaan. Betapa kita tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana aslinya kita, karena takut kita yang apa adanya tidak bisa diterima. Bohong, buat topeng, hal-hal yang kita lakukan terus menerus. Then, believe me, it's not easy to tear down those walls. 
Banyak sekali hal yang tidak saya mengerti dari manusia,tapi mungkin untuk itulah manusia dibentuk. Saling menebak, merasa, membahagiakan. Pada akhirnya, kita tidak boleh lupa kalau kita cuma manusia.

Anyway, selamat tahun baru semuanya.
Teruntuk orang-orang yang datang dan pergi,
Teruntuk pikiran dan hati yang pernah terisi,
Teruntuk ingatan dan memori yang tak pernah pergi,
Angan dan mimpi, peristiwa yang terjadi,
Terima kasih telah membuat saya menjadi pribadi lebih baik tahun ini.
Semoga tahun 2017 tidak kalah mengagumkan.
---

Kehilangan memang membuat orang merenung banyak hal, ya?

13.1.15

Jogja ; on the other side

Hai! sekarang saya lagi menikmati liburan pertama di bangku perkuliahan! Ngga kerasa ya, satu semester udah kelewatin. Rasanya cepet banget. I've been through a lot too.. Saya ceritain aja ya kapan-kapan. Disini mau cerita dulu liburan saya sama bolang tanggal 8 kemarin, ke Jogja. Ini trip ke - 4 saya (kalo nggak salah) sama Bolang. Alhamdulillah yang kali ini full-team :) Jadi, pertamanya kita bingung mau liburan kemana karena emang budget lagi tipis dan buntu tujuannya. Mumpung si Teten lagi pulang terus dia ngusulin deh ke Jogja aja; since dia udah kesana berkali-kali haha. Kita nyari jadwal terus hunting tiket kereta.

Akhirnya tiket kereta PP udah dibeli. Tanggal 8 naik sancaka pagi pulang tanggal 10 naik sancaka sore. Niatnya mau pulang tanggal 11 cuma tiketnya tinggal Turangga aja yang buat berlima dan itu mahal banget :') Ribet juga nyari hotel. Yang jauh dari mana-mana; yang angker; yang kemahalan, macem macem sampe akhirnya kita baru book hotel H-3 di Ibis Malioboro, Rate per malemnya 800-ribuan. Agak mahal, tapi kemana-mana bisa jalan kaki :)

H-seminggu mau berangkat, Laras sama Anggun bilang kalo mereka tanggal 8 jam 1 masih ada ujian. Langsung panik semua akhirnya nunda keberangkatan sorenya alias nyusul.. Lama banget rasanya nunggu liburan diantara uas dan ujian perbaikan. I'm glad I've gone through it hahaha.

Tanggal 8, jam 7 pagi saya udah nunggu di stasiun. Naik kereta yang alhamdulillah gerbongnya tidak mengecewakan karena lebih bagus dari ingatan saya :) ini sempet saya fotoin juga

empty seat.

Sampe Jogja jam 11 check-in hotel deh, setelah galau berkelanjutan kita mikir nyewa mobil hari kedua aja jadi hari ke-3 super mbolang. Nawarlah becak ke Taman Sari, kena 60 rb PP, lebih murah dari dokar 150 rb PP. Becaknya segitu karena taman sari jauh dan kita bertiga... gede-gede-kecil. Kasian juga sih bapaknya.. Taman Sari tutup jam 4 jadi harus cepet kalo pengin kesana. Masuknya murah kok nggak sampai 10 ribu. Isinya ya kolam, sama ada masjid bawah tanah. Agak ruwet rutenya jadi kalo saran saya nih, pakai aja guide-nya, seikhlasnya kok bayarnya. Soalnya saya waktu kesana nggak pakai guide jadi nyusup rombongan lain biar ngga tersesat hehe

becak bertiga :))

Kolam di Taman Sari


Ter mainstream 2015 ; Background Graffiti 

Jalan ke Masjidnya
The Famous Stairs!

Abis dari Taman Sari, balik ke Malioboro terus ke Museum Benteng Vredeburg. Cukup 2 ribu udah bisa masuk. Isinya ya diorama sih cuma waktu itu saya dan teman-teman penasaran dengan isinya haha. Bagi pecinta sejarah silahkan dicoba kesini :) Oiya, museum tutup sekitar jam 4 sore, jadi jangan sampai kesana waktu sudah tutup ya!

The Gate
Silly me & my statue boyfie whose goin to war
uda cape :))

Maaf ya aib semua fotonya di vredeburg hahaha. Abis liat diorama, kita bingung mau kemana.. Akhirnya kita memilih untuk ke Museum Trick Eye (google aja alamatnya) yang kapan hari direkom Anggun. Daripada mahal naik taksi.. akhirnya saya dann teman-teman naik TransJogja. 4 ribu aja, naik bus 2A buat ke museumnya (hasil nanya ke mas-mas penjaga halte). Ekspektasi saya, museum ini bakal kaya Trick Art yang ada di Surabaya Carnival Night Market (kapan-kapan saya post disini ya!). Dengan tiket masuk 35 ribu yang cukup mahal dan embel embel "Terbesar di Indonesia" wajar dong saya ekspektasi banyak. Tapi, waktu saya masuk, ternyata tidak seindah bayangan. Gambarnya hasil printing, memang banyak, tapi jelek untuk dibuat foto. Kenapa? Karena penerangannya yang kurang memadai dan karena kertas printing yang digunakan (spt yg biasanya di banner) jadinya pencahayaannya memantul. Dengan harga segitu... mengecewakan menurut saya. Ini saya kasih beberapa foto biar dapet gambaran ya.


the light reflects -_-

Pulangnya, saya dkk pilih naik taksi buat ke Bakmi Kadin. Yang ke Jogja wajib coba! Kata Teten sih, mi rebus Jogja mana sih yang ga enak..Saya googling alamatnya di JL. Bintaran Kulon, No. 3 & No. 6, Daerah Istimewa Yogyakarta 55151, Indonesia. Soalnya bakmi ini ngga buka cabang. Dari yang saya liat di tr*ns tv sih telurnya pakai telur bebek. 


Hari kedua, Bolang udah fullteam yay! Kita sewa mobil, 550 ribu (sewa mobil Jogja mahal ternyata) 12 jam udah supir sama bensin (biar bisa ngira-ngira ya kalo reader sewa mobil di Jogja). Sebenernya destinasi hari kedua banyak tapi karena waktunya ga cukup, dipilah lagi deh. Pertama, kita ke Ulen Sentalu, museum Jawa di daerah Kaliurang. Waktu itu jam setengah 10, harusnya museum sudah buka, cuma lagi ada rombongan banyak jadinya kita disuruh balik jam 11. 

Akhirnya kita ke Merapi dulu. Disana sewa Jeep 300 ribu dapet trip offroad super seru! WAJIB COBA! Jalannya menantang tapi super asik. Driver kita hari itu juga pro banget, dilewatin jalan yang isinya batu dan no way mobil biasa bisa lewat, jalan naik turun sampe kita mumbul alias terbang(?) di mobil, sampe ngedrift di pasir-pasir kita teriak ga jelas sepanjang perjalanan :') pengen lagii! Disana kita ke museum sisa hartaku, isinya rumah, tulang, sama sisa benda-benda yang kena awan panasnya Merapi, ngeliat sungai tempat laharnya lewat, ngeliat rumah yang tinggal kerangka aja, ke bungker, sampe foto-foto pake background merapi. Alhamdulillah drivernya kayanya punya pekerjaan sampingan fotografer karena foto kita yang dia ambil bagus-bagus hahaha. Pulangnya karena pengen ngerasain berdiri diatas Jeep.. saya berdiri sama Anggun sambil teriak-teriak diliatin pengunjung yg lain :))




Drivernya pro naikin Jeep ke batu demi foto bagus hahaha
Anak offroad cuy
Museum Sisa Hartaku

kurang dr 10 km dari Merapi

Akhirnya kita balik ke Ulen Sentalu. Harga masuk 30 ribu, saya dkk nunggu sekitar 15 menit karena ternyata sistemnya disana masuknya gantian, dan ada tour guidenya. Sayangnya, nggak boleh ambil foto; ada tempat khusus buat foto. Padahal, tempatnya bagus banget! Di dalem Ulen Sentalu, guide-nya cerita sejarahnya, Keraton Jogja gimana, Solo gimana, Pakualaman gimana, siapa aja rajanya, silsilahnya, tokoh-tokohnya, sampe corak batik Solo-Jogja dan dipake batiknya waktu kapan. Tempatnya bagus jadi.... kesini ya ngga nyesel kok! sekalian belajar budaya Jawa :)



Habis dari sana, kita ke House of Raminten karena laper dan penasaran pengin nyobain. Enak dan ga mahal :) terus kita ke Nglanggeran. Pertamanya ke Gunung Purba, kita coba deh naik, tiketnya 2 ribu aja kok.. dan ternyata..... itu mendaki :') kita udah saltum dan pake sepatu yang salah dan samasekali bukan pendaki jadi.... kita setengah perjalanan terus takut (gaada guide) akhirnya turun. Karena emang medannya terjal dan licin, jadi mending kalo kesini ada cowonya ya biar ada yang nolongin, kayanya diatas bagus soalnya hahaha. Karena gajadi, kita ke Embung. Kayanya artinya waduk deh.. soalnya dia waduk gitu. Kita harus naik tangga sampe ke atas dan view-nya subhanallah... wajib kesini! Asli-bagus-banget... super ijo... dihiasin awan-awan.. tebing batu berjajar di sebelah kanan.. ga berenti nyebut ;') Anginnya kenceng banget jadi kalo takut masuk angin, pake jaket ya!



ini Embung-nya

The majestic view :')

Nah pulangnya, kita sempetin ke Bukit Bintang buat liat Sunset dan Jogja waktu malem. Disana banyak warung yang emang viewnya ke kota Jogja. Another amazing view. Subhanallah.

Sunset
Jangan lupa mampir ke Kalimilk. Susunya so yummy :9 I recommend the Hazelnut one! Sama broccoli n cheesenya enak dan murah :')

Besoknya, saya cuma belanja oleh-oleh di Pasar Beringharjo (oke ini wajib buat yang berani nawar) dan pulang dengan tenang... meskipun gerbong keretanya ga sebagus waktu berangkat dan kedinginan sepanjang perjalananan pulang...

Overall, liburan kali ini bikin saya liat sisi lain dari Jogja selain jalanan Malioboro. You gotta visit Jogja guys!

1.6.14

Recap

Halo! saya sudah lulus nih hehehehe alhamdulillah. UNAS taun ini emang kontroversial banget, tapi after all, I'm glad it's over. Pas udah deket-deket unas saya malah kedapetan banyak banget masalah, thank God semua udah selesai :' so... saya ceritain dikit-dikit aja ya about what happened to me these last few months.

1. SOCIAL LIFE : I lose a friend yang uda jadi sampah curhatan saya sejak lama, something bad happened dan yaaah complicated lah. I guess it's a cycle, people come and go.

2. UNAS beneran kayak POOP! serius deh. soal-soalnya not even close sama try-out yang udah dikasih... susah banget... saya udah sante aja pertamanya eh tauya mati deh soalnya kaya gitu... pertama kalinya ngejawab unas diawur kayak try-out, apalagi matematikanya... saya juga baru tau kalo ternyata emang gosip ttg UNAS kaya soal SBMPTN ga main-main ;" bobot soal yg sulit lebih banyak cuy, thanks to Pak Nuh, lain kali bapak coba ngerjain soal-soalnya ya Pak, soal uda dibuat 20 paket tp tetep aja ada yg namanya joki. Alhamdulillah hasil UNAS saya ngga jelek-jelek banget hehehe :" meskipun hasilnya ngga sebagus yg saya harepin, bangga-nya karena ngerjain jujur itu luar biasa lho! :) saya aja ampe nangis pas tau hasilnya *alay 

3. HOLIDAY LIFE : Abis UNAS kan libur tuh 2 minggu sebelum hectic les sana-sini buat persiapan SBMPTN. Saya dan temen-temen short trip deh akhirnya setelah gagal ke lombok wkwk. Kita ke Malang, tapi ngga ke JatimPark(?) kita mantai!! dengan dianter jemput sm sodaranya Teten, jadilah kita berangkat! sedihnya beri-beri girls *apaan beri2 girls?* ngga lengkap lagi karena Nisa ngga dibolein ikut. BBG itu.... soalnya ada temen saya namanya Anggun sukanya tidur sepanjang perjalanan, yg lain juga se saya juga se hahah, terus baca deh di twitter kalo misal tidur jam 9-11 itu bisa bikin beri-beri :O yawes gitu pokoknya, ini tak kasih foto2 mantai-nya yaaa bagus lo bisa buat referensi kalo readers bingung ke Malang selain ke JP mau kemana

Jadi, pantainya itu di Malang selatan, cukup jauh sih dari pusat kotanya, jalannya naik-turun gunung, waktu itu saya nyoba tidur tapi gabisa... jalannya meliukliuk, buat yg suka mabuk darat mending bawa obat ya, drivernya juga sebaiknya yg udah ngerti medannya aja. Jadi di Malang selatan itu pantai ngga cuma satu, banyak jejer-jejer, tapi yang biasanya orang kenal kan Goa Cina sama Sendang Biru a.k.a Sempu. Saya ke semua pantai tapi ngga ke Bajul Mati. Kalo mau ke Goa Cina, perjalanannya kudu extra, jalannya masih jelek jadi ya makin dikoyak-koyak mobilnya :" dan... cukup jauh, kalo saya saran sih jangan bawa mobil pendek semacem sedan dan sebangsanya, kasian mobilnya nanti beset semua wkwk. Tapi... dibalik semua ituuu, worth it banget! pantainya bagus, lebih bagus dari Kuta karena pasirnya lebih putih, bedanya ini pantai banyak karang-karangnya. Pas ke Sendang Biru, saya dkk cuma naik kapal aja sewa 100rb, aslinya bisa ke Sempu yang katanya buwagus tapi udah kesorean dan harus nglewatin hutan...


Goa Cina



View dari kapal!


Sendang Biru
Besoknya saya ke Museum Angkut, cuma fotonya banyak narsisnya jadi gausa ya :" pas kesana sepi banget jadi rada bosen gt h3h3 tapi bagus kok, isinya mobil2 dan transportasi gitu dari dulu banget, boleh lah dicoba cuma yagitu masuknya rada mahal... pas itu saya 50rb kalo ngga salah.

4. LOVE LIFE : Hell yeaaaah saya bulan Mei 3 taunan sm si Gembul!



 Makasi ya, mbul suda sabar banget :" makasih deh pokoknya, sayang banget sama cowo satu ini :3 semoga masih sama kamu ya mbul taun taun setelahnya :)

5. SOMETHING NEW :  jadi saya sempet nyobain suatu kafe di daerah Sumatra deket Domicile yang saya bakal balik kesana lagi dan lagi hahah. Namanya Historica, sekomplek sama born-to-be fine dining restaurant yang areanya namanya Society Complex. Actually.. saya gatau halal apa ga sih tp enak e (?) harganya sekitar 30 keatas buat makanan tp minumannya ada dibawah itu. They serve american bfast dan kopi2 gitu, ada kuenya se tp muahal :"




 yg atas namanya... Croque Monsieur, wenuq! 45k dan super kenyang. Aslinya, normalnya, pake babi tapi bisa diganti beef kok. Pancake-nya juga enak lho!

6. WHAT'S HOT NOW : jadi undangan sudah diumumin dan eng ing eng saya ketrima di FKG huahahah aduh abis gini udah ngga SMA lagi, bakal kangen sama anak2 ini :"




 Yawes segitu dulu yaaa heheh c u next time!


10.12.13

Summary

hi! apa kabar? curhat dikit, saya telah melalui 2 minggu uas yang melelahkan daaaan jengjeng... gataudeh padahal ngerasa bs ngerjain tp nilainya pada mepet -_- dan... ada yg kena remidi. Betein sih, hasil gak sesuai apa yg saya kira hehe. besok mulai pekan remidi, saya udah capekk males belajar. kenapa ya akhir-akhir ini saya ngerasanya under-pressure banget. suetres, jadi gampang marah, sensitif, efeknya ke orang-orang sekitar saya.
pernah ngerasa nggak sih, pas kamu itu niatnya baik sama orang, eh taunya di artiin lain. asli nyebelin banget. dan saya sempet ngalamin. rasanya muuuangkel tp yaudahlah gimana lagi.
pas lagi under-pressure kemaren saya iseng-iseng buka hape... dan langsung kangen liburan. kangen pantai. jadi saya kepengen ngeshare foto pas saya terakhir ke pantai...











ya udah gitu aja intinya pengen mantai lagi. i always love the beach, apalagi yang air lautnya jernih banget :" katanya sekolah saya jg mau ad 'wisata edukasi' gitu ke bali, semoga aja gak beneran edukasi alias mending nglencer wakakak. yaudah yaa see you later!