Halo. Waktu berlalu sangat cepat ya, sudah hari terakhir dari 366 hari yg ada di tahun 2016. Sudah dapat apa saja selama setahun terakhir?
Tahun ini berbeda buat saya. Orang-orang benar-benar datang dan pergi. Angan, mimpi, dan rencana ada yang terjadi, ada yang hancur lebur, ada yang tercapai. Benar-benar tidak pernah saya duga saya akan berada pada posisi dimana saya ada sekarang.
Saya kehilangan beberapa orang yang berharga buat saya tahun ini. Membuat saya merenungkan beberapa hal :
Orang berubah sangat cepat, terlalu cepat sampai saya tidak sadar, atau saya yang memang terlalu sibuk sehingga tidak menyadari perubahan yang terjadi? Tapi, nyatanya, tiap menitnya orang tidak akan pernah sama. Disisi lain, saya sadar, saya juga ternyata, tidak bisa memaksa orang lain menjadi seperti yang saya mau, atau seprinsip dengan saya. Kompromi. Dengan kompromi kemudian datanglah sebuah proses untuk mencapai kesepakatan bersama. Yg saya lupa, setiap orang punya waktu sendiri untuk berproses. Yang saya lupa, saya meminta orang berproses sesuai timezone saya, deadline yang saya buat. Terlalu fokus melihat apa yg saya inginkan, sampai lupa yang orang lain inginkan. Dua arah, saya lupa.
Meninggalkan lebih mudah daripada bertahan. Statement ini kontra sekali ya dari apa yg bertebaran di sosial media. Kenapa? Bertahan mungkin terasa mudah karena memang ingin melakukannya, terasa menyenangkan. Kalau mau dihitung, usaha yang dibutuhkan bertahan itu konstan, terus menerus, sampai entah kapan. Meninggalkan akan sulit pada awalnya, but you'll get used to it. Singkatnya, itu cara mudah untuk menyerah dengan seseorang. Bukan cara yg saya sarankan jika ingin berusaha, tentu saja.
Mengikhlaskan sesuatu tidak semudah quotes yang bertebaran. Butuh hati yg sangat besar bahkan hanya untuk berniat. Sesuatu yang masih saya coba lakukan. Tapi, setiap kali saya berproses, memori selalu datang, mengingatkan saya, hal-hal yang nyatanya tidak akan pernah saya ulang lagi dimasa depan, dengan orang yang sama. Beberapa kali saya merasakan menjadi budak memori. It limits our choices, ga sehat. Betapa saya sangat menyukai foto, kali ini jadi bumerang buat saya. Foto membekukan waktu, momen, manusia, yang sekarang sudah tidak ada lagi Seperti yang saya bilang, manusia berubah, kadang jika tidak ikhlas dengan perubahan yang terjadi, saya hanya bisa nanar menatap foto-foto itu. Mengingat bagaimana momen yang terekam. Setiap foto punya cerita tersendiri buat saya. Bukan sekedar update-an instagram, blog, atau sosial media lain. Foto mengingatkan saya, baik saya maupun orang tersebut pernah membuat memori bersama, di suatu tempat, di suatu waktu. Selama hampir 2 bulan saya bertanya-tanya, bagaimana saya bisa sampai disini, mengapa pilihan saya membawa saya kemari. Mengapa saya dan orang-orang ini, bisa berada dalam posisi ini sekarang. Tapi, saya rasa beberapa pertanyaan memang tidak seharusnya dijawab. Mencari jawaban justru membebani saya. Terlalu banyak hal yang sekiranya salah and at one point, it's just don't fit anymore. Choices are made everyday, and sometimes one is just bigger than the others. Sekeras apapun berusaha, yg diatas ternyata tidak memberi saya kesempatan untuk benar-benar berlabuh.
Malam ini, sesuatu terlintas di benak saya. Apa iya orang berubah begitu tiba-tiba tanpa sebab? atau saya hanya semakin mengenal mereka dibalik tembok yang mereka buat, atau justru malah membangun tembok di hadapan saya? Karena sejujurnya manusia hanya ingin orang lain melihat dirinya seperti yang mereka inginkan untuk dilihat, begitupun saya. Mekanisme protektif rasanya. Melindungi diri dan perasaan. Betapa kita tidak ingin orang lain mengetahui bagaimana aslinya kita, karena takut kita yang apa adanya tidak bisa diterima. Bohong, buat topeng, hal-hal yang kita lakukan terus menerus. Then, believe me, it's not easy to tear down those walls.
Banyak sekali hal yang tidak saya mengerti dari manusia,tapi mungkin untuk itulah manusia dibentuk. Saling menebak, merasa, membahagiakan. Pada akhirnya, kita tidak boleh lupa kalau kita cuma manusia.
Anyway, selamat tahun baru semuanya.
Teruntuk orang-orang yang datang dan pergi,
Teruntuk pikiran dan hati yang pernah terisi,
Teruntuk ingatan dan memori yang tak pernah pergi,
Angan dan mimpi, peristiwa yang terjadi,
Terima kasih telah membuat saya menjadi pribadi lebih baik tahun ini.
Semoga tahun 2017 tidak kalah mengagumkan.
---
Kehilangan memang membuat orang merenung banyak hal, ya?

Sukaaaaaa❣️
ReplyDeletethank you litha!
Delete